YULIANA MAWARDI JADI TAHANAN KOTA, PENASEHAT HUKUM LEGA

Makassar, Angkatan Merdeka.com-   Sidang perkara pidana register nomor : 66/Pid.B/2021/PN.Bon, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bontang Kaltim, menghadirkan Yuliana Mawardi sebagai terdakwa, kini beralih status menjadi tahanan Kota yang sebelumnya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bontang. (4/5/2021)

Pengalihan status tahanan tersebut, adalah upaya Penasihat Hukum terdakwa Ida Hamidah, S.T, S.H., yang mengajukan permohonan penangguhan penahanan/pengalihan penahanan melalui Surat Nomor : 30/SK.Umum/IV/2021, tanggal 16 April 2021 yang kemudian surat permohonan pengalihan tahanan tersebut dikabulkan oleh Majelis Hakim dalam penetapannya yang dibacakan pada sidang ke 3 Kamis, 22 April 2021.

Yuliana Mawardi Alias Ana, wanita kelahiran kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan melakukan kegiatan usaha jual beli beras, telur ayam dan coklat di Bontang Kaltim.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Ana meminjam sejumlah uang dari tiga orang warga Bontang yaitu SSD, YW dan P.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Ana yang dilakukan oleh Penyidik pada Kepolisian Negara R.I. Resor Bontang, “SSD” memberi pinjaman kepada Ana sebesar Rp. 307 juta, dari “YW” sebesar Rp. 175jt. Pinjaman dari “P” sebesar Rp.85 juta.

Saat tim Angkatan Merdeka mengubungi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Ida Hamidah, S.T., S.H., menjelaskan, “total pinjaman Ana hanya sebesar Rp. 175 juta pada Pelapor SSD dan perkara ini adalah perkara murni perdata yaitu perjanjian pinjam uang yang kemudian Ana wanprestasi. Salah satu penyebab sehingga Ana tidak melunasi utangnya, karena saat itu masa lock down, dimana semua sektor usaha lumpuh termasuk bidang usaha yang dikelola Ana,”jelas Hamidah.

Lebih lanjut Ida Hamidah menjelaskan, “Perkara ini bukan investasi bodong dengan nilai Rp. 1 milyard seperti yang dikatakan oleh Pelapor SSD dimedia on line. Pernyataan Pelapor SSD sangat buruk, keliru dan tidak berimbang, sehingga saya perlu meluruskannya agar tidak menimbulkan opini dikalangan masyarakat yang dapat menyudutkan client saya,” kata Ida Hamidah dgn tegas.

Perkara ini masih akan dilanjutkan pada hari Kamis, tanggal 6 Mei 2021 di PN. Bontang, dengan agenda Pemeriksaan Saksi yang akan diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. (AA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *