Yayasan Sadar Kanker Dan YTII Bersinergi, Perkuat Pelayanan Bagi Penderita Kanker Di Bali

DENPASAR BALI, AngkatanMerdeka.com–

Akses pelayanan bagi masyarakat yang memiliki indikasi kanker di Bali terus dibuka melalui kehadiran tenaga dokter dan para ahli yang memberikan konsultasi, pendampingan, serta penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Layanan tersebut diperuntukkan bagi warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang tinggal di Bali. Program ini dijalankan melalui kolaborasi Yayasan Sadar Kanker dan Yayasan Tripanglipur Initiative Indonesia (YTII).

Di balik gerakan tersebut, sosok Tripanglipur dikenal sebagai pejuang sejati, seorang purnawirawan Korps KOWAD yang kini tergabung dalam wadah PPAD Provinsi Bali, FBNRI Provinsi Bali, serta Tani Merdeka Indonesia. Semangat pengabdian yang dibawanya kini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang menghadapi kanker.

Elisabet Melani bersama Tripanglipur menyatakan kesediaannya untuk terus memberikan pelayanan dan ngayah di Bali, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menghadapi kanker.

“Bangkit, bangun semangat. Jangan biarkan penderita kanker menghadapi perjuangannya sendirian. Kami ingin hadir memberikan pelayanan dan solusi sesuai kemampuan kami,” ujar Elisabet.

Menurutnya, perjuangan menghadapi kanker tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga kepedulian dan dukungan moral. Karena itu, keberadaan jejaring pelayanan di Bali diharapkan dapat membantu penderita dan keluarga menjalani proses tersebut dengan lebih kuat.

Posko Sadar Kanker tetap hadir di pBali dan beralamat di Jalan Kubu Bias I/7, Mahendradata Selatan, Denpasar. Posko ini menjadi salah satu akses masyarakat untuk mendapatkan informasi, konsultasi, dan pendampingan terkait kanker.

Tripanglipur menegaskan bahwa kesempatan hidup sepatutnya digunakan untuk memberikan manfaat dan menanam kebaikan bagi sesama.

 

“Selagi masih ada kesempatan bernapas gratis tanpa bantuan oksigen, mari kita menanam benih-benih nilai kebajikan di dunia yang fana ini. Hukum semesta alam, barang siapa yang menabur padi pasti akan menuai padi juga. Tidak mungkin menuai jagung. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan, mari kita menanam kebaikan sebanyak-banyaknya untuk sesama,” ujar Tripanglipur

 

Semangat tersebut menjadi landasan dalam membangun gerakan kemanusiaan yang tidak hanya berbicara tentang penyakit, tetapi juga tentang kepedulian, pengabdian dan keberanian untuk hadir bagi mereka yang membutuhkan. (NITA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *