Prosesi Penyucian Diri Untuk Memeluk Agama Hindu Oleh PHDI Badung Berlangsung Lancar

BADUNG, AngkatanMerdeka.com–
Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Kabupaten Badung, di langsungkan Upacara pros peyucian diri untuk memeluk agama Hindu( Sudhi Wadani), upacara ini adalah sebuah upacara yang sakral di dalam Agama Hindu.Pada tanggal 15 April 2026
Pagi hari langit begitu cerah sekitar jam 09: 00 Wita umat yang akan melasaksanakan upacara sudhi wadani sudah pada berdatangan.mereka dengan kesadaran penuh datang untuk mengikuti prosesi upacara ini.
Selain peserta sudhi wadani terlihat juga antusiasme masyarakat, para tokoh pengelingsir serta lembaga agama seperti perwakilan Kementrian agama Badung , lembaga umat PHDI Kabupaten Badung serta lembaga Puskor Hindunesia dan lembaga lainya.
Tepat jam 10:00 Wita acara sudhi Wadani di mulai dengan melaksanakan persembahyangan bersama yang di pimpin oleh Pemangku Pura untuk memohon tuntunan Ida Hyang Widhi Wasa agar perjalanan kedepan di dalam agama Hindu nanti lebih baik.
Adapun jumlah umat yang akan ikut acara sudhi wadani sebanyak 5 orang ,Johan Sabastian, Afira Pati Hadinata, Mahira luhur Darajati, Wiwik Trilestari dan Anisa Ayu Kulrohman, setelah upakara selesai, di lanjutkan dengan pemberian bimbingan dan pembinaan yang langsung di berikan oleh Ketua Parisada Kabupaten Badung I Gede Rudia Adiputra, Beliau menyampaikan bahwa Hindu sangatlah dinamis luwes dan fleksibel kita harus belajar memahami agama hindu secara utuh maka dari itu lewat lembaga parisada ini kita memberikan tuntunan kepada mereka yang kembali ke jalan Dharma, agar benar-benar mereka memahami bagaimana kita beragama yang lebih efectif, efisien, nyaman.

Kepada majelis lembaga agama, adat, selaku Ketua PHDI kabupaten Badung sangat berharap kepada semua yang tergolong pembina di rumah tangga, tempek, maupun di banjar dan di pesemetonan desa adat harus paham secara utuh tentang ajaran agama yang seimbang.
Oleh karena itu dari seluruh umat yang walaka, yang pinandita, pandita mari kita sama-sama samakan frekwensi, kita samakan langkah kita , dan kita samakan pemahanan kita, agar umat kita menjadi umat beragama yang efectif, efisien dan maju, sehingga kita bisa mengimbangi perkembangan teknologi di era kesejagatan ini.
Sementara itu ketua puskor Hindunesia Ida Bagus Susena juga memberikan bimbingan bahwa dengan kembalinya umat ke jalan Dharma ini, berati kita sudah mencari jalah kesujatian untuk menuju kebahagiaan kedamaian lahir batin di dalam menjalankan kehidupan ini . (AyuS)
