Polisi yang Diklaim Tewas di ISIS Diduga Pelatih Perang

Jakarta, AngkatanMerdeka.com —  Sosok Brigadir Syahputra, seorang anggota polisi yang dikabarkan tewas di Suriah setelah menyatakan diri bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah diduga memiliki peran sebagai pelatih perang.

Menurut pengamat terorisme Alchaidar, sosok aparat dalam barisan ISIS memang banyak. Termasuk dalam barisan para simpatisan ISIS asal Indonesia.

“Saya pernah diperlihatkan video soal seorang polisi dan tentara yang bergabung ke dalam ISIS, menurut info mereka itu dijadikan pelatih perang,” katanya kepada CNN Indonesia.

Alchaidar mengatakan keberangkatan para simpatisan ISIS biasanya diberikan tugas sesuai bakat dan keahliannya. Sebelumnya, seorang anggota Polri berpangkat brigadir disebutkan telah bergabung dengan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Polisi dari kesatuan Polres Batanghari, Jambi itu bernama Syahputra.
Dalam informasi pada situs Azzammedia dinyatakan, Syahputra telah mengganti namanya menjadi Abu Azzyn Al Indunisiy. Ia disebutkan adalah salah satu kesatria mujahid di Syam (Suriah).

Syahputra pergi ke Suriah pada Maret lalu untuk bergabung dengan ISIS. “Ia bertolak dari Indonesia menuju bumi Syam dan mengkhidmatkan dirinya menjadi pelindung kemuliaan Islam dan umatnya, dengan membai’at Amirul Mukminin dan Khalifah Muslimin Abu Bakar al Baghdadiy al Husainiy al Qurasyi -hafidzohullah wa ro’ah- dan menjadi seorang Mujahid Daulah Khilafah,” demikian tertulis di Azzamedia.com.

Dalam tulisan tersebut juga dilengkapi foto Brigadir Syahputra saat menjadi polisi, lengkap dengan seragam dan menenteng senapan laras panjang. Di sebelah foto tersebut juga dipajang fotonya setelah bergabung dengan ISIS. Dalam foto tersebut ia mengenakan baju loreng coklat dan kain penutup kepala hitam.

Dalam tulisan yang dipublikasikan kemarin itu, Brigadir Syahputra dinyatakan telah tewas. Ia tewas dalam sebuah pertempuran di Tal Tamr wilayah Al Barakah saat melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Berita mangkirnya Brigadir Syahputra dari kedinasan dalam tiga bulan terakhir dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Almansyah.

“Sampai sekarang belum kembali berdinas,” kata Almansyah kepada CNN Indonesia, kemari

Polda Jambi menurutnya belum mengetahui keberadaan personelnya tersebut. Padahal Maret lalu, Almansyah sempat menyebutkan Brigadir Syahputra ada di kampung halamannya di Medan karena ada urusan keluarga.

Berita dugaan bertolaknya Syahputra ke Suriah sebenarnya sudah hangat sejak Maret lalu. Namun, konfirmasi mengenai kebenaran isu itu belum jua dipastikan oleh pihak kepolisian. Menurut Almansyah, pihak Polda Jambi maupun Polres Batanghari sudah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mencari sang prajurit. (sip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *