Petugas Pintu Utama Kewalahan Serbuan Warga Masuk Gratis Ancol.

JAKARTA, AngkatanMerdeka.com—
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke 449, Ancol memberi kompensasi bagi warga Jakarta secara gratis untuk menikmati suasana pantai, mandi air laut yang memang sangat diidamkan khususnya warga Jakarta Utara (Jakut).
Seperti yang kita ketahui bersama.
Garis pantai Jakarta membentang sepanjang ≈32 km di pesisir Jakarta, yang membentang dari Kamal Muara di barat, hingga Marunda di timur. Namun. kawasan pantai ini sebagian sudah digunakan Pemerintah dan sebagian dikuasai para pengusaha Real Estate, bahkan area pantai sejengkalpun tak ada yang tersisa, sehingga warga Jakut tidak bisa lagi menikmati manfaat air laut bagi kesehatan secara gratis.
Sabtu pagi (27/06), pukul 7.00 ribuan warga ber KTP/KIA Indonesia dengan menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dan sepeda maupun pejalan kaki, antri di pintu masuk gerbang utama Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Warga sangat antusias menanggapi kebijakan Tija, salah satu Destinasi wisata kebanggaan Jakarta masuk secara gratis, apalagi tepat saat moment libur sekolah. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh warga Jakarta yang mengakibatkan petugas Pintu Utama Ancol kewalahan.

Asmawi (59) salah satu warga Semper Barat merasa senang dengan adanya tempat wisata secara gratis, “apalagi Ancol, saya, Isteri dan tiga anak mumpung libur sekolah bisa berenang dilaut, saya hanya bayar parkir dua motor Rp 50 ribu berenang sepuasnya,” ujarnya pada Akmer.
Pada kesempatan itu juga, Komunitas Gowes Tiga Pilar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut,, pendaftaran melalui aplikasi Ancol adalah persyaratan untuk menikmati tempat wisata Ancol yang Gratis itu.
Puluhan anggota Komunitas Gowes Tiga Pilar Jakut yang akan memperingati HUTnya ke 6 pada tanggal 27 Agustus 2026 mendatang yang digelar di Darajat Pass, Destinasi terpadu Garut, ikut menikmati wisata Ancol gratis tersebut.
Menurut H.Mujakir selaku ketua Gowes Tiga Pilar, “kita apresiasi pada Pak Gubernur Pramono Anung Wibowo, bersama Wakilnya H. Rano Karno, atas himbauannya menggratiskan masuk Ancol pada Sabtu dan Ahad di penghujung Bulan Juni ini , ucap H Mujakir mantan Lurah Lagoa.
Hal tersebut dibenakan oleh Arifin .S.Pd selaku wakil ketua, ” kita semua sepakat atas ucapan Ketua apalagi saat ini, kita semua dihadapkan dalam situasi dan kondisi sulit dalam hal perekonomian, selain itu, saat ini kita berpusat pada tekanan biaya hidup yang membebani daya beli kita semua, jangankan masuk Ancol bawa keluarga, jajan buat mereka pun kembang kempis,” urai Arifin S.Pd pensiunan guru.
Pernyataan ini mewakili seluruh rakyat Indonesia, khususnya warga Jakut pada umumnya, karena situasi sekarang ini diperburuk oleh ketidakpastian global, inflasi, tingkat suku bunga yang tinggi, serta naiknya tarif PPN menjadi 12%.

Dengan adanya wisata gratis Ancol Sabtu dan Ahad ini, masyarakat Jakut mengharap agar management Ancol memberi kompensasi yang wilayahnya terafiliasi dengan garis pantai Jakarta antara lain, Kecamatan (Kec) Koja, Kec. Cilincing dan Kec.Penjaringan berharap seperti halnya warga Kec. Pademangan yang sudah menerima kompensasi dari Taman Impian Jaya Ancol.
Selain Komunitas Gowes Tiga Pilar Jakut, juga ada puluhan penggowes Komunitas Gowes dari Jakarta Timur, Gowes Suka Suka (GSS). GSS ini juga menggunakan sepeda untuk menikmati wisata pantai gratis, “dari pada beli bensin subsidi yang antri, bensin Pertamax yang harganya meroket mending pakai sepeda sambil olahraga,” kata Maya salah satu penggowes GSS Jaktim. (Dh.H)
