Doa Bersama Lintas Agama Di Puncak Bukit Mucung,Mohon Restu Ida Hyang Widhi Untuk Kesatuan Dan Kemajuan Negeri

KARANGASEM BALI,
AngkatanMerdeka.com-
Di ketinggian Puncak Bukit Mucung, tempat yang dianggap suci dan penuh kedamaian, Pura Surya Agung menjadi saksi penyelenggaraan doa bersama lintas agama. Acara yang digelar di wilayah Banjar Kelod, Desa Adat Angantelu, Desa Antiga, Kecamatan Manggis ini secara resmi dibuka oleh Penglisir Pura Surya Agung, I Nengah Suryanta.
Kebersamaan ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan dalam dua momen sakral sekaligus: memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai dasar dan pemersatu bangsa, serta merayakan Hari Raya Galungan yang melambangkan kemenangan Dharma atas Adharma. Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh masyarakat setempat, yang berkumpul dengan hati tulus tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Dalam sambutannya, Agung Wisnu Murti menyampaikan wejangan Yasa Kerti yang mengingatkan akan makna mendalam kedua peringatan tersebut. Ia menyampaikan pandangan yang menyentuh: “Di tengah dinamika zaman, negeri ini sangat membutuhkan figur-figur panutan yang mampu menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak. Nilai-nilai luhur Pancasila bukan sekadar tulisan, melainkan pedoman hidup yang harus dihayati dan diamalkan setiap warga negara.”
Tujuan utama pertemuan ini adalah memanjatkan permohonan kepada Ida Hyang Widhi Wasa agar Indonesia senantiasa dianugerahi keselamatan, kedamaian, serta diberi jalan menuju kemajuan dan kesejahteraan yang adil dan merata.
Suasana kekhusyukan semakin diperkaya dengan kisah sejumlah fenomena yang dianggap istimewa dan penuh makna di kawasan pura. Di antaranya adalah hasil jepretan kamera yang menangkap bentuk Bendera Merah Putih bersanding dengan sosok Burung Garuda, lambang kedaulatan negara. Selain itu, ditemukan pula cincin berbentuk Burung Paksi di bawah pohon Taru Wong, yang oleh warga setempat dipandang sebagai pertanda berkah dan kehadiran kekuatan ilahi di tempat tersebut.

Menutup rangkaian acara, disampaikan deklarasi kesamaan sikap dari Komunitas Satya Budi Pancasila. Dalam pernyataan tersebut, seluruh peserta berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan rasa bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup berlandaskan prinsip Tri Hita Karana — hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Komitmen ini juga ditegakkan secara khusus untuk melindungi keasrian dan kesucian kawasan Pura Surya Agung Bukit Mucung agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.
(A$W)
