PT AMERTA INDAH OTSUKA JALIN KERJA SAMA KONSERVASI DENGAN BALAI TNGHS

SUKABUMI, AngkatanMerdeka.com–
PT Amerta Indah Otsuka secara resmi menjalin kerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan ini mencakup program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) yang berfokus pada pemulihan ekosistem hutan serta pelestarian sumber daya air di kawasan hilir pegunungan, yang merupakan daerah tangkapan air penting bagi wilayah sekitarnya.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Urusan Korporat PT Amerta Indah Otsuka, Sudarmadi Widodo, bersama Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, S.Hut., M.Si. Acara berlangsung di Aula PT Amerta Indah Otsuka, Kampung Sindang Resmi, Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu Kampung Konservasi Otsuka yang telah berjalan sejak tahun 2009 dengan konsep adopsi pohon. Kini kedua pihak sepakat melanjutkan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan selama tiga tahun ke depan, dengan agenda utama:
– Penanaman Pohon: Menanam 3.500 bibit pohon endemik seperti rasamala, puspa, dan jenis pohon khas kawasan TNGHS di area kritis;

– Pembangunan Sarana Air: Membuat ratusan lubang biopori dan sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah;
– Pemberdayaan Masyarakat: Melibatkan warga setempat dalam kegiatan pembibitan serta pengawasan hutan secara terpadu.
“Kerja sama ini adalah wujud nyata komitmen kami menjaga kelestarian alam. Sebagai perusahaan yang memanfaatkan sumber daya air, kami bertanggung jawab menjaga daerah hulu dan tangkapan air di kawasan Halimun Salak,” ujar Sudarmadi Widodo.

Sementara itu, Kepala Balai TNGHS Didid Sulastiyo, S.Hut., M.Si., menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, menjaga kawasan konservasi yang luas membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi melestarikan hutan tropis di Jawa Barat.
Acara ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis bersama manajemen perusahaan dan kelompok tani hutan binaan TNGHS. Ke depannya, pemantauan rutin akan dilakukan setiap enam bulan sekali untuk memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman mencapai lebih dari 85 persen. (Asep/3)
