Perjalanan Pulang Kampung Masih Diizinkan Sebelum Larangan Mudik 6-17 Mei

Jakarta, AngkatanMerdeka.com — Juru Bicara Satgas Penangsnan Covid 19, Wiku Adisasmito memastikan perjalanan antar-daerah masih diperbolehkan pada periode sebelum larangan mudik  6-17 Mei mendatang. Itu artinya, sebelum periode tersebut warga masih boleh melakukan perjalanan dengan syarat tertentu.

 

Dia pun menjelaskan, Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 bertujuan mengatur pengetatan persyaratan bagi pelaku perjalanan sebelum masa larangan mudik dijalankan.

 

Dia menuturkan hasil tes yang berlaku biasanya 3 hari untuk dua periode sebelum mudik dan setelah masa peniadaan mudik, berlakunya satu hari.

“Jadi prinsipnya perjalanannya semua normal, hanya persyaratan tes yang diperketat,” imbuh dia.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik Idulfitri atau Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Larangan dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021.

Lalu, melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, pemerintah memperketat perjalanan pada 14 hari sebelum larangan mudik dan 7 hari usai periode larangan mudik.

Kewajiban menunjukkan hasil tes Covid-19 berlaku untuk perjalanan udara, laut, darat, dan kereta api. Adapun pengecualian diberikan bagi balita.Sejumlah aturan baru dalam Addendum itu antara lain mengenai masa berlaku hasil tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan. Satgas memperpendek masa berlaku hasil tes dari yang semula tiga hari menjadi satu hari sebelum perjalanan.

Selain itu, lembaga terkait perhubungan di tingkat pusat dan daerah pun diminta untuk segera menindaklanjuti dengan menerbitkan instrumen hukum yang mengacu pada Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021.

Adapun periode larangan mudik, bakal diterapkan pada 6-17 Mei 2021. Namun ada kelompok warga yang dikecualikan dari larangan mudik, di antaranya kendaraan pelayanan distribusi logistik dan orang dengan kepentingan mendesak yang tak terkait mudik.

Beberapa kegiatan perjalanan yang dikecualikan adalah perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga, serta kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *