FyFzYqCeKzZoYmEbIfZnVeZgKaCbWsTtYjYnWvBzMhBvMtReHiGrOwGfNeGnIjRdXbAoRfOkIgYfSqTlQrCuXuPdKsFeWzWuFzIeCpFwGqCjCvBhIoNbXjSrMaTvPdTkOqSsUxBeQjBmNwTtExQaNhBlItMaZuBjXjZgXqEsEpAiBcJnBvZjWmJcVqDyOoExXtMkLl

16 Orang Tewas di Longsor Sumedang, Pengembang Diklarifikasi

Bandung, AngkatanMerdeka.com –    Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (12/1). Alhasil, korban yang ditemukan meninggal mencapai 16 orang.

“Tim SAR Gabungan temukan korban berjenis kelamin laki laki dalam keadaan meninggal dunia ada pukul 09.55 WIB,” ujar Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansyah.

Jenazah korban langsung dibawa ke mobil ambulans dan diboyong ke Puskesmas Sawah Dadap, Kecamatan Cimanggung.

 

Dengan penambahan satu korban ini, jumlah korban meninggal keseluruhan sebanyak 16 orang dan 23 orang masih dilakukan pencarian.

Diketahui, memasuki hari keempat pencarian, Selasa (12/1), tim evakuasi memperkirakan masih ada 24 orang yang diduga masih tertimbun longsor yang terjadi Sabtu (9/1) tersebut.

“Info terbaru korban dalam pencarian 23 orang karena kemarin ketika di data ulang ada double name,” kata dia.

Dalam dua hari ini, tim SAR menemukan tiga korban meninggal. Pada Senin (11/1) pukul 21.05 WIB, tim menemukan korban berjenis kelamin perempuan, dan pada pukul 22.40 WIB Tim SAR kembali menemukan korban berjenis kelamin laki-laki.

Hari ini, tim SAR menemukan korban berjenis kelamin laki-laki pada pukul 09.55 WIB. Seluruh korban yang ditemukan itu dalam keadaan meninggal dunia.

Deden mengatakan data korban masih bisa berkembang dan berubah sewaktu-waktu tergantung laporan dari masyarakat atau keluarga korban.

Terkait dengan pencarian, tim menurunkan 2 unit alat berat, 2 unit alkon, peralatan ekstrikasi, peralatan komunikasi, peralatan medis dan APD Personal. Adapun unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Bandung, BPBD, PUPR, TNI/Polri, PMI Sumedang, Dinkes Sumedang, Potensi SAR dan Potensi SAR Jateng.

“Total kekuatan personel unsur SAR yang terdaftar di posko sejumlah 1.108 orang ,” kata Deden.

Diketahui, bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (9/1) malam. Longsor di lahan permukiman miring itu terjadi sebanyak dua kali.

Dalam longsor susulan yang terjadi beberapa jam setelah longsor pertama, sejumlah warga serta petugas di lapangan juga turut menjadi korban jiwa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Rinciannya, 125 KK berasal dari Perum SBG Parakan Muncang, 54 KK dari Blok Cabe dan 24 KK lainnya berasal dari sekitar lokasi longsor.

“Data ini terus bergerak, karena saya langsung koordinasi dengan ketua RT dan RW ada 125 KK untuk pengungsi di SBG dan kita akan mobilisasi untuk pindah ke tenda pengungsian yang sedang dibangun sekarang. Kemudian untuk di daerah bawah, blok Cicabe ada 54 KK,” papar Suryatman.

Infografis Kenali dan Atasi Cikal Bakal Longsor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *