Angkat Sejarah Hingga Masa Depan Jakarta, PWI Jaya Buka MHT Award 2026

 

JAKARTA, AngkatanMerdeka.com–

Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya) bersiap menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MH Thamrin) ke-52 Tahun 2026. Penyelenggaraan tahun ini memiliki makna khusus karena dikaitkan dengan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-500 Kota Jakarta pada 2027.

Anugerah Jurnalistik MHT merupakan agenda rutin PWI Jaya yang selama ini digelar melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika (Diskominfotik) DKI Jakarta. Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo menegaskan bahwa penghargaan ini telah menjadi bagian dari tradisi panjang apresiasi terhadap karya jurnalistik yang berkontribusi dalam mendokumentasikan dinamika pembangunan Jakarta.

“Sejak awal, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin merupakan kolaborasi antara PWI Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara puncak penganugerahan penghargaan secara konsisten dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, yang juga berkenan menyerahkan piala kepada para pemenang utama,” ujar Kesit Budi Handoyo seusai rapat perdana MHT Award 2026, Jumat (13/2/26).

Rapat perdana MHT Award 52-2026 diikuti jajaran panitia inti. Kesit B Handoyo, sebagai ketua PWI Jaya, menjadi penanggung jawab. Ketua panitia diemban Arman Suparman, sekretaris PWI Jaya, dengan Haresty wakil sekretaris. Ketua Dewan Juri, Dr.Bagus Sudarmanto.

Mengusung tema “Jurnalisme untuk Jakarta: Merawat Sejarah, Mengawal Masa Depan”, penyelenggaraan MHT Award 2026 tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi karya jurnalistik, tetapi juga refleksi atas peran pers dalam perjalanan sejarah dan masa depan Jakarta. Melalui kegiatan ini, PWI Jaya berupaya memberikan apresiasi kepada insan pers atas karya jurnalistik tentang Jakarta, sekaligus mendorong lahirnya jurnalisme yang reflektif dan kritis dalam mendokumentasikan perjalanan lima abad ibu kota.

 

Selain itu, penghargaan ini juga diharapkan memperkuat posisi pers sebagai bagian dari pembentukan memori kolektif kota, mempertegas peran media dalam mengawal kebijakan publik dan demokrasi perkotaan, serta menjaga relevansi Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin sebagai salah satu penghargaan pers bergengsi tingkat nasional.

Seperti penyelenggaraan sebelumnya, MHT Award 2026 tetap mempertahankan tujuh kategori utama, yakni Tajuk Rencana, Produk Jurnalistik Teks, Produk Jurnalistik Foto, Produk Jurnalistik Infografis, Produk Jurnalistik Video TV Terestrial, Produk Jurnalistik Video TV Streaming, serta Produk Jurnalistik Radio. Seluruh karya yang dilombakan dalam kategori utama tetap berfokus pada isu strategis dan dinamika pembangunan Jakarta.

Dalam rangka menyongsong 500 Tahun Jakarta, panitia juga menetapkan kategori khusus yang diperuntukkan bagi karya jurnalistik berformat feature. Kategori ini mencakup feature produk jurnalistik teks, feature video TV terestrial, feature video TV streaming, serta feature radio.

Untuk karya feature audio-visual dan radio, panitia menetapkan durasi 6 hingga 15 menit. Karya feature dalam kategori khusus diarahkan untuk mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Kota Jakarta, transformasi sosial, budaya, dan demokrasi kota, tantangan perkotaan dan kebijakan publik, isu lingkungan hidup dan keberlanjutan, serta kehidupan warga dan identitas Jakarta. Bentuk karya tetap mengikuti ketentuan umum Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin.

Panitia menetapkan periode pengiriman karya untuk kategori utama mulai 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026. Sementara itu, untuk kategori khusus menyongsong 500 Tahun Jakarta, periode lomba dibuka mulai 1 Maret 2026 hingga 30 Juni 2026.

Melalui penyelenggaraan MHT Award ke-52 Tahun 2026, PWI Jaya berharap lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga mampu merekam denyut sejarah, dinamika sosial, serta arah masa depan Jakarta menjelang usia lima abad. (HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *