KAMPUS TERNAMA DI BALI MELAKSANAKAN KKL BERSINERGI DENGAN PT YAKULT INDONESIA PERSADA

MOJOKERTO, AngkatanMerdeka.com–

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Yakult Indonesia Persada yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa bersama dosen pendamping sebagai bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai penerapan ilmu teknologi pangan secara langsung di dunia industri.

Setibanya di lokasi, rombongan Universitas Warmadewa disambut dengan hangat oleh tim PT Yakult Indonesia Persada. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan perusahaan, mulai dari sesi pemaparan materi hingga peninjauan langsung ke area produksi (factory tour).

Suasana yang komunikatif dan interaktif memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai proses produksi minuman probiotik yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Pada sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan dengan sejarah berdirinya Yakult, mulai dari latar belakang penemuan bakteri baik.

Lacticaseibacillus casei strain Shirota oleh Dr. Minoru Shirota hingga perkembangan Yakult sebagai salah satu perusahaan minuman probiotik yang telah hadir di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain sejarah perusahaan, narasumber juga menjelaskan filosofi Yakult yang berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat melalui konsumsi bakteri baik yang bermanfaat bagi sistem pencernaan.

Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatan Yakult. Seluruh bahan yang digunakan dipilih melalui pengawasan mutu yang ketat untuk menjamin keamanan dan kualitas produk.

Tidak hanya membahas bahan baku, peserta juga diberikan informasi mengenai kemasan Yakult yang memiliki karakteristik khusus sehingga mampu melindungi mutu produk selama proses distribusi hingga sampai ke tangan konsumen. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pabrik tour, di mana peserta diajak mengamati secara langsung setiap tahapan proses produksi Yakult. Mulai dari proses persiapan bahan baku, fermentasi menggunakan bakteri probiotik, pencampuran bahan, pengisian produk ke dalam botol, proses pengemasan, hingga penyimpanan dilakukan menggunakan sistem otomatis dengan standar higiene dan sanitasi yang sangat tinggi.

Selama kunjungan berlangsung, peserta juga dapat melihat secara langsung penerapan sistem pengendalian mutu pada setiap tahapan produksi sehingga kualitas produk tetap terjaga.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan mengenai sistem pengelolaan limbah yang diterapkan oleh PT Yakult Indonesia Persada. Perusahaan menerapkan prinsip keberlanjutan (sustainability) dengan mengolah limbah hasil produksi agar memiliki nilai guna kembali dan tidak mencemari lingkungan. Botol plastik bekas Yakult, misalnya, didaur ulang menjadi berbagai produk yang bermanfaat.

Salah satu contoh yang diperlihatkan kepada peserta adalah tiga botol Yakult bekas yang dapat diolah menjadi satu buah penggaris. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa limbah plastik masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang yang tepat sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program daur ulang yang dijalankan perusahaan, seluruh peserta kunjungan diwajibkan membawa dua botol Yakult bekas yang telah digunakan. Botol-botol tersebut kemudian dikumpulkan untuk selanjutnya diproses menjadi berbagai produk daur ulang. Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik serta penerapan konsep ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui kegiatan kunjungan industri ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses produksi pangan berbasis fermentasi dan penerapan sistem jaminan mutu di industri, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai pentingnya inovasi, efisiensi proses, serta tanggung jawab industri terhadap lingkungan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional ketika memasuki dunia kerja.

Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa berharap kegiatan kunjungan industri seperti ini dapat terus dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai industri pangan. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi salah satu langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, wawasan praktis, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri pangan saat ini.(STAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *