FyFzYqCeKzZoYmEbIfZnVeZgKaCbWsTtYjYnWvBzMhBvMtReHiGrOwGfNeGnIjRdXbAoRfOkIgYfSqTlQrCuXuPdKsFeWzWuFzIeCpFwGqCjCvBhIoNbXjSrMaTvPdTkOqSsUxBeQjBmNwTtExQaNhBlItMaZuBjXjZgXqEsEpAiBcJnBvZjWmJcVqDyOoExXtMkLl

IDA HAMIDAH, KETUA TIM KUASA HUKUM IPTU AM AKAN MELAKUKAN PERLAWANAN

_Makassar, AngkatanMerdeka –  Setelah permohonan Pra peradilan yang diajukan oleh tim penasihat hukum IPTU AM mantan Kasat Reskrim Polres Selayar ditolak oleh Pengadilan Negeri Selayar yang putusannya dianggap kontroversial oleh ketua tim penasihat hukum IPTU AM, Ida Hamidah, ST, SH, maka kasus pemerasan yang diduga dilakukan oleh IPTU AM terhadap RA akan memasuki tahap dua di Kejaksaan Negeri Selayar.

Ida Hamidah saat ditemui di Mapolda Sulawesi Selatan 16/10/20. mengatakan, “kami akan mengikuti seluruh rangkaian proses hukum yang harus dijalani oleh klient kami. Kami sudah siap tempur, bila perlu sampai kasasi di Mahkamah Agung apabila putusan pengadilan nanti menyatakan klient kami bersalah,” ucap Ida.

Lebih lanjut Ida Hamidah mengatakan bahwa, “tindak pidana pemerasan yang diduga dilakukan oleh IPTU AM, berawal dari permintaan RA kepada IPTU AM untuk menebus sepeda motornya yang akan jatuh tempo di Pegadaian Selayar. IPTU AM membantu RA dengan cara menebus pinjaman RA di Pegadaian Selayar sebesar Rp. 32.000.000.,

Setelah pinjaman RA dilunasi oleh IPTU AM, maka sesuai kesepakatan dengan RA, kepemilikan sepeda motor telah beralih ke IPTU AM, dengan catatan bahwa jika kelak RA ingin memiliki kembali sepeda motornya, maka RA wajib mengembalikan uang kepada IPTU AM sebesar yang sudah ditebus oleh IPTU AM di pegadaian”

Selang beberapa tahun kemudian, RA yang sudah dibantu oleh IPTU AM yang sudah menebus sepeda motornya, malah berbalik melaporkan IPTU AM ke Polres Selayar dengan laporan pemerasan.

Selain itu antara RA dengan IPTU AM terjadi kesepakatan perjanjian jual beli tanah yang. terletak di desa Baloyya Kabupaten Selayar yang proses pembelian hingga penerbitan sertifikatnya di Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Selayar semua sudah sesuai prosedur.

“Lantas dimana letak unsur pemerasannya, ini kan aneh, orang sudah dibantu ditebus utangnya di pegadaian dan masalah jual beli tanah pun  sudah sesuai prosedur, kok malah melapor ke polisi dengan tuduhan pemerasan, ada apa sebenarnya dibalik kasus ini ?,” urai Ida Hamidah sedikit kecewa.

Ida Hamidah sangat yakin bahwa apabila kasus ini dilimpahkan ke pengadilan, maka tim penasehat hukum IPTU AM akan membuktikan bahwa klientnya itu tidak bersalah melakukan tindak pidana pemerasan. (M.Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *