FyFzYqCeKzZoYmEbIfZnVeZgKaCbWsTtYjYnWvBzMhBvMtReHiGrOwGfNeGnIjRdXbAoRfOkIgYfSqTlQrCuXuPdKsFeWzWuFzIeCpFwGqCjCvBhIoNbXjSrMaTvPdTkOqSsUxBeQjBmNwTtExQaNhBlItMaZuBjXjZgXqEsEpAiBcJnBvZjWmJcVqDyOoExXtMkLl

Kesembrawutan Pasar 54 Amurang, Pengelola, Itu Bukan Tanggung Jawab Kami

Minsel, Angkatan-Merdeka.Com- Dalam rangka memutus mata rantai pandemi Covid 19, dan mengikuti anjuran pemerintah dalam hal sosial distancing. Perusahaan Daerah Cita Waya Esa (CWE), sebagai penanggung jawab pengelola pasar rakyat yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengambil kebijakan pemberlakuan pengoperasian pasar empat kali dalam seminggu yang di putuskan melalui surat edaran No.23.AI/PD.CWE/MS/III-2020.

Menindak lanjuti akan surat edaran tersebut, seluruh pengelola(kepala) pasar rakyat yang ada di kabupaten minahasa selatan serentak melaksanakan pengoperasian pasar sesuai yang telah ditentukan.

Namun hal itu, sebagian pedagang tidak mengindahkan pemberlakuan jadwal pasar tersebut.
Pantauan  AKMER  di Pasar 54 Amurang, adalah pasar terbesar yang di Kabupaten Minahasa Selatan ini, semakin terlihat semberawut. Hal ini terlihat ada banyak pedagang yang memanfaatkan waktu  berjualan di luar jadwal hari pasar yang telah ditetapkan, para membuka dagangannya di Jalan Boulevard depan wisata I’M Amurang.

Menanggapi hal tersebut, Dirut PD. Cita Waya Esa (CWE) Minsel, Joutje Tuerah, ST.MM, ketika ditemui media ini senin, (6/4/2020) mengatakan, kalau apa yang telah dilakukan oleh sebagian pedagang yang masih terlihat berjualan di area pasar namun bukan pada hari yang telah di tentukan, itu bukan tanggung jawab dari PD.CWE apa lagi itu sudah berada di luar lokasi pasar.” jelas Tuerah.

Tuerah mengharapkan dari kejadian itu dapat di tindaklanjuti oleh pihak terkai yang berkompeten termasuk Lurah dan Camat karena itu, adalah tanggung jawab dari mereka sebagai penguasa wilayah, bahkan dari pihak PD. CWE telah menyurati Satpol PP Minsel sebagai pelaksana peraturan daerah, untuk di adakan penertiban karena sesuai intruksi pemerintah tindakan itu sudah di luar aturan.” Ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut Oprasional PD. CWE, Jacky Wauran SP, menambahkan.
Di kaitkan dengan situasi dan kondisi, untuk oprasional pasar dikarenakan dengan adanya Covid 19, maka kami berpendapat apa yang telah dilakukan itu sudah maksimal.
Karena sesuai instruksi dan edaran Bupati itulah yang di tindaklanjuti dan tentu juga menyesuaikan dengan keinginan para pedagang untuk menaikan jumlah hari oprasional, dari dua hari di naikan menjadi empat hari, di samping itu kami juga mengikuti anjuran pemerintah untuk adanya pembatasan aktifitas di luar rumah termasuk pasar. Dan ini juga adalah merupakan kerja sama dengan sat gas covid 19, oleh karena itu kami merasa ini sudah sangat relefan.

” menyangkut adanya pedagang yang berjualan di luar pasar itu bukan kewenangan kami, karena secara wilayah itu adalah merupakan tanggung jawab dari pemerintah setempat, dalam hal ini Lurah.
Karena seharusnya lurah yang menjadi ujung tombak untuk menegur agar membuat mereka tidak melanggar aturan, apalagi sudah berada di depan I’M Amurang yang jelas lokasinya di larang untuk di jadikan pasar yang adalah sarana tempat wisata, dan yang pasti lurah sangat memahami itu apalagi ada surat tembusan untuknya.” Ungkap Wauran.(SK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *